ISNU Jatim Gelar Rapat Konsolidasi di Banyuwangi, Bahas Penguatan Peran Sarjana NU dalam Pembangunan Daerah

ISNU Jatim Gelar Rapat Konsolidasi di Banyuwangi, Bahas Penguatan Peran Sarjana NU dalam Pembangunan Daerah

BANYUWANGI, Radar BI– Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat konsolidasi bersama pimpinan cabang dari wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Probolinggo, Sabtu (24/5/2025). Agenda tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang Khusus DPRD Kabupaten Banyuwangi.

Rapat diikuti oleh jajaran pengurus cabang ISNU dari berbagai kabupaten/kota di kawasan timur Jatim, mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara masing-masing cabang. Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat sinergi dan merumuskan langkah bersama organisasi sarjana Nahdliyin di daerah.

Panitia pelaksana, Fajar Isnaini, mengatakan bahwa meski kegiatan ini disiapkan dalam waktu singkat, pelaksanaan berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta.

“Kita bersyukur bahwa semua berjalan dengan baik meskipun persiapan sangat singkat. Ini menunjukkan semangat kolektif kita dalam menguatkan barisan ISNU di wilayah timur Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC ISNU Banyuwangi, Abdul Aziz, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah. Menurutnya, forum ini menjadi ajang penting untuk memperkuat jejaring antar pengurus cabang.

“Ini merupakan kehormatan dan bentuk penguatan jejaring antar cabang. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik kolaborasi nyata antar pengurus cabang,” katanya.

Plt. Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Afif Hasbullah, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan pentingnya posisi ISNU sebagai Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang memiliki basis anggota dari kalangan sarjana dan intelektual.

“Kita tentu bangga dengan perkembangan ISNU sebagai Banom NU yang baru lahir di tahun 1999. ISNU didirikan dan dideklarasikan di Surabaya pada 19 November 1999, dan baru ditetapkan sebagai Banom resmi pada Muktamar ke-32 NU di Makassar tahun 2010, kemudian dilembagakan pada tahun 2012,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Afif menekankan bahwa ISNU harus hadir sebagai mitra strategis pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Karena anggota kita adalah insan-insan terdidik, maka kita harus membangun pola organisasi yang nyaman, kreatif, dan produktif. ISNU harus menjadi rumah besar bagi para sarjana NU, dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Afif juga memberikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi, yang menurutnya merupakan hasil kolaborasi semua elemen masyarakat.

“ISNU harus turut hadir dalam proses pembangunan seperti ini. Diskusi-diskusi yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari kontribusi itu,” tambahnya.

Rapat konsolidasi ini selain menjadi ajang penguatan organisasi, juga menjadi ruang bertukar gagasan antar pengurus cabang dalam merumuskan strategi ISNU ke depan. Diharapkan, seluruh potensi sarjana NU dapat lebih terorganisasi dan termobilisasi dalam gerakan sosial yang nyata dan berdampak luas di tengah masyarakat.@Apong

RADAR NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *