Malam Spiritualitas: Mahasiswa Gontor Motivasi Residen LRPPN BI Banyuwangi

Malam Spiritualitas: Mahasiswa Gontor Motivasi Residen LRPPN BI Banyuwangi

BANYUWANGI, Radar BI -Langit mulai gelap ketika mushalla LRPPN BI Banyuwangi dipenuhi para residen yang bersiap menjalani malam berbeda. Kegiatan dimulai dengan sholat magrib berjamaah yang diimami oleh Ustad Rais Az-Zakky, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Darussalam Gontor Kampus 4 Darulmutaqin, Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH),pada Rabu (6/8)

Usai ibadah, dilanjutkan dengan sesi motivasi oleh Ustad Ahmad Yasin, juga mahasiswa PPL dari jurusan dan universitas yang sama. Dalam ceramahnya, Yasin mengangkat tema spiritual dan makna kehidupan, dibuka dengan kutipan Surah Al-Ashr yang menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.

Lebih dari sekadar tausiyah, Yasin menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meninggalkan narkoba sebagai bentuk kesadaran spiritual. Ia menegaskan bahwa tubuh, akal, dan tenaga adalah amanah dari Allah SWT, dan merusaknya dengan narkoba sama artinya dengan menyia-nyiakan karunia yang paling hakiki.

“Menjaga diri dari narkoba bukan hanya kewajiban moral, tapi bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa bahagia bukan soal harta atau jabatan, melainkan kemampuan bersyukur atas apa yang dimiliki dan hidup dengan manfaat bagi orang lain. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya dan paling berguna bagi orang lain.”

Lebih jauh, Yasin mengajak para residen untuk berani menghadapi ujian hidup. “Hidup tidak akan lepas dari masalah,” katanya, “tapi orang hebat adalah yang menyelesaikannya, bukan yang menghindar.”

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak lembaga. H. Agus Dwi Hariyanto, S.H., M.H., Kepala Divisi Hukum dan Humas LRPPN—yang akrab disapa Mas Harry—menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai penting.

“Selain menjadi sarana praktik bagi mahasiswa PMH, ini juga bentuk pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Mas Harry berharap motivasi dari mahasiswa PPL ini dapat menanamkan perubahan perilaku yang mendasar, agar para residen benar-benar pulih dari ketergantungan narkoba, bangkit dengan kesadaran baru, dan kembali ke keluarga serta masyarakat sebagai pribadi yang lebih kuat dan bermanfaat.

Malam ditutup dengan suasana hening dan penuh perenungan,bukan dengan tepuk tangan, melainkan dengan harapan dalam hati ,bahwa malam itu menjadi titik balik bagi jiwa-jiwa yang ingin pulang dalam keadaan lebih baik.@Apong

RADAR NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *