Diduga Marak Aksi Premanisme, Sopir Mobil Paket Lintas Medan–Jakarta Dipalak di Perlintasan Rel KA Gunting Saga
LABUHANBATU UTARA, Radar BI – Dua orang sopir mobil paket jenis CDD truk box roda enam lintas Medan–Jakarta mengaku menjadi korban dugaan aksi pemalakan oleh oknum preman di sekitar perlintasan rel kereta api Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan paket yang mereka kendarai melintas dari arah Jakarta menuju Medan. Setibanya di perlintasan rel kereta api aktif, kendaraan terpaksa melaju perlahan dan tidak dapat bergerak dengan kecepatan tinggi demi keselamatan.
Usai melewati rel dan berada sekitar 15 meter dari perlintasan, tiba-tiba seorang pria keluar dari sebuah kedai di sisi kiri jalan dan menghadang laju kendaraan. Pria tersebut mengetuk kaca mobil menggunakan batu sebesar genggaman tangan sambil mengatakan “uang, uang, uang”, sehingga menimbulkan rasa takut bagi sopir.
Menurut keterangan sopir kepada awak media, demi menghindari keributan, sopir memberikan uang sebesar Rp50 ribu. Namun pria tersebut masih meminta tambahan, sehingga sopir kembali menyerahkan uang sebesar Rp100 ribu agar kendaraan dapat melanjutkan perjalanan.
Setelah diperbolehkan melintas dan kendaraan bergerak sekitar 20 meter, sopir kembali dihadang oleh orang lain dengan ciri tubuh lebih tinggi dan kurus. Demi menghindari risiko, sopir kembali memberikan uang sebesar Rp10 ribu. Total uang yang dikeluarkan akibat dugaan pemalakan tersebut mencapai Rp160 ribu.
Sopir mengungkapkan bahwa kawasan perlintasan rel tersebut memang dikenal rawan, khususnya pada malam hingga menjelang subuh. Di lokasi kejadian terlihat sekitar lima orang berada di pinggir jalan, namun hanya dua orang yang diduga aktif melakukan penghadangan terhadap kendaraan yang melintas.
“Kami terpaksa memberi karena takut kaca mobil dilempar. Kalau kaca pecah, urusannya panjang dengan kantor. Rekaman CCTV kendaraan juga merekam kejadian tersebut, namun hanya memperlihatkan seorang pria yang menghadang mobil box dengan mengenakan kaos berwarna hitam, celana jeans, memakai topi, dan sambil memegang rokok. Setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan ke gudang bongkaran di Medan,” ujarnya.
Saat ditanya mengapa tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat, sopir menjelaskan bahwa mereka dikejar target pengantaran paket. Selain itu, menurutnya, banyak kendaraan paket dari perusahaan yang sama kerap melintas di jalur tersebut dan mengalami kejadian serupa.
Dalam kendaraan tersebut terdapat dua orang, yakni sopir pertama berinisial AI dan sopir kedua berinisial MR. Keduanya berharap Polsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu, dapat melakukan penindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan aksi premanisme di sekitar perlintasan rel kereta api tersebut.
“Kami hanya berharap ada jaminan keamanan ke depannya. Jangan sampai kejadian serupa terus berulang. Kami meminta patroli rutin dan penindakan tegas karena kondisi ini sudah sangat meresahkan,” pungkasnya.(M, Nur Sipahutar)

