Dua Harimau Sumatra,Diduga Induk dan Anakan Muncul di Lahan Warga Siamporik
LABUHANBATU UTARA,Radar BI– Dua ekor Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) muncul di lahan perkebunan milik warga di Desa Siamporik, Dusun X Bukit Dame, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara,pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Dua ekor anjing milik warga menjadi korban, satu hilang diduga dimangsa dan satu lagi sekarat akibat gigitan di leher.
Penampakan pertama diketahui Budi Sagala saat menjaga kebun sawit milik Rodo. Ia melihat dua ekor satwa menjauh ke arah perbukitan, tampak bagian badan dan ekor, dengan satu berukuran kecil dan satu berukuran besar. Berdasarkan perbedaan ukuran, satwa itu diduga induk dan anakannya. Budi sempat memanggil yang kecil karena mengira anjingnya, namun satwa tersebut tidak menghiraukan dan menghilang ke perbukitan.

Menindaklanjuti laporan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pematang Siantar Sumatera Utara turun ke lokasi pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 14.30 WIB menggunakan mobil operasional Polisi Kehutanan, didampingi Sekretaris Desa Siamporik Habibullah Karim Munthe, Babinsa Sertu Marsen Sirait, ayah saksi Bukit Sagala, pegawai kecamatan Nando Siagian, dan Kepala Dusun X Bukit Dame. Lokasi kejadian berada di wilayah berbukit di belakang pemukiman rumah warga sekitar 500 meter ke atas perbukitan, dengan banyak akses yang bisa dilalui menuju lokasi, termasuk dari Simpang Aek Sordang Desa Siamporik.
Petugas BKSDA yang hadir terdiri atas Farid Ali Harahap, Sarjana Kehutanan, Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai – SA Sei Leidong dan CA Bati Ginurit, Muhammad Hatta, Sarjana Kehutanan, Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama, dan Elvaro Sinaga, Penyuluh Kehutanan Pemula. Di lokasi, petugas menyalakan 2 petasan sebagai langkah pertama untuk menghalau harimau agar tidak kembali, serta memasang satu unit kamera trap untuk memantau aktivitas satwa selama tujuh hari ke depan. Jejak kaki harimau juga ditemukan di sekitar lahan dan pondok warga.
BKSDA bersama Pemerintah Desa Siamporik mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengurangi aktivitas di kebun dan perbukitan, serta tidak pergi sendiri, guna mencegah konflik antara manusia dan Harimau Sumatra yang aktif pada sore hingga pagi hari.(M, Nur Sipahutar)

