Intensitas Hujan Berhari-hari di Tangerang Kota Mengakibatkan Banjir dan Kemacetan Dimana-mana
TANGERANG, Radar BI- Hujan dengan Intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang Kota dan Kabupaten Tangerang selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Genangan air terjadi akibat tingginya debit air sungai yang tidak mampu tertampung, sehingga mengakibatkan beberapa tanggul jebol dan air meluap ke permukiman warga serta ruas jalan utama. Jumat (23/01/2026).
Banjir mulai menggenangi wilayah-wilayah rawan sejak dini hari, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Sejumlah kawasan permukiman padat penduduk terdampak cukup parah, memaksa sebagian warga untuk membatasi aktivitas bahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum, tempat ibadah, dan sekolah.

Jebolnya tanggul di beberapa aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama meluasnya genangan. Tanggul yang tidak mampu menahan debit air akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu menyebabkan air meluap dengan cepat. Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak optimal di beberapa wilayah, sehingga air sulit surut dalam waktu singkat.
Dampak banjir juga dirasakan pada sektor transportasi. Sejumlah ruas jalan protokol dan jalan penghubung antarwilayah terendam air, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat dan kemacetan panjang. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan sebagian pengendara memilih mencari jalur alternatif. Aktivitas masyarakat pun terganggu, terutama bagi warga yang hendak berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait seperti BPBD, TNI, Polri, serta relawan bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga terdampak, pendirian posko pengungsian, dan penyaluran bantuan logistik terus dilakukan. Petugas juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di titik-titik banjir guna mengurangi kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Selain penanganan darurat, pemerintah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sungai dan tanggul, serta melakukan perbaikan sementara pada tanggul yang jebol. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi.
Peristiwa banjir ini menjadi perhatian serius dan pengingat pentingnya peningkatan infrastruktur pengendalian banjir, perawatan tanggul, serta perbaikan sistem drainase secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir di wilayah Tangerang dapat diminimalisir di masa mendatang.(Yusuf)

