Jalan Desa Rusak dan Berdebu, Masyarakat Desa Pancoran Karangbendo Rogojampi Keluhkan Aktivitas Truck Galian C Yang Lalu-lalang 

Jalan Desa Rusak dan Berdebu, Masyarakat Desa Pancoran Karangbendo Rogojampi Keluhkan Aktivitas Truck Galian C Yang Lalu-lalang 

BANYUWANGI, Radar BI – Warga Desa Pancoran Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan aktivitas galian C yang diduga menjadi penyebab rusaknya jalan desa serta meningkatnya polusi debu yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Sejumlah warga menyampaikan, lalu lalang truk bermuatan material seperti pasir dan batu setiap hari membuat kondisi jalan desa semakin memprihatinkan. Aspal yang sebelumnya dalam kondisi baik kini mengalami retak dan berlubang di sejumlah titik.

“Setiap hari truk besar lewat dengan muatan penuh. Jalan jadi cepat rusak dan kalau musim kemarau debunya tebal sekali sampai masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (1/3/2026).

Selain kerusakan jalan, warga juga mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Debu yang beterbangan saat truk melintas disebut memicu gangguan pernapasan dan membuat jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas.

Pantauan awak media di lapangan menunjukkan beberapa titik jalan desa mengalami keretakan dan berlubang. Saat kendaraan berat melintas, debu tampak mengepul dan menyelimuti area permukiman warga yang berada di pinggir jalan.

Warga berharap pihak pengelola galian C bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, termasuk melakukan perawatan dan perbaikan jalan secara berkala serta melakukan penyiraman rutin untuk mengurangi debu. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait turun tangan melakukan evaluasi terhadap izin dan operasional tambang tersebut.

“Kami tidak melarang orang usaha, tapi tolong perhatikan dampaknya bagi masyarakat. Jangan sampai kami yang jadi korban,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola galian C maupun pemerintah setempat terkait keluhan warga tersebut.@Apong

RADAR NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *