Peduli Korban Banjir,Longsor di Sumatera dan Aceh, Ketua DPD JPRMI Labura Menggalang Dana Dijalan
LABUHANBATU UTARA,Radar BI– Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Utara menggelar aksi kemanusiaan dengan turun langsung ke jalan untuk menggalang dana bagi korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.Rabu(3/12/2025)
Kegiatan penggalangan dana tersebut dipusatkan di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan Masjid Al-Aman. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD JPRMI Labura, H. Zaharuddin Tambunan, Lc., S.Pd.I, yang juga merupakan anggota legislatif di DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.
Dana yang dihimpun berasal dari partisipasi para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang secara sukarela memberikan sumbangan. Bantuan tersebut rencananya akan disalurkan dalam waktu lima hari ke depan ke daerah-daerah terdampak banjir dan longsor, seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta sejumlah wilayah di Aceh.
“Penggalangan dana ini kami lakukan secara spontan dan sukarela atas dasar kepedulian kemanusiaan. Insyaallah, dalam lima hari ke depan seluruh dana yang terkumpul akan langsung kami antar ke lokasi bencana,” ujar H. Zaharuddin Tambunan kepada wartawan.
Ia menyampaikan, musibah banjir dan longsor yang terjadi hendaknya menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bersama agar masyarakat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perbaikan kebijakan jika ditemukan adanya faktor penyebab bencana akibat kelalaian dalam tata kelola lingkungan.
“Jika memang ada permasalahan dalam pengelolaan yang menjadi penyebab terjadinya banjir dan longsor, maka ke depan harus ada kebijakan yang benar-benar bijak agar bencana serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mendorong Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara agar turut berperan aktif dan mengambil langkah konkret dalam membantu penanganan bencana, mengingat status kejadian ini telah ditetapkan sebagai bencana daerah tingkat provinsi.
“Sebagai daerah yang memiliki kemampuan dan sumber daya, sudah sepatutnya pemerintah daerah ikut berpartisipasi aktif. Bahkan bila perlu, alat-alat berat seperti excavator dan seluruh peralatan berat milik daerah dapat dikirimkan ke lokasi bencana untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak di Sumut dan Aceh,” pungkasnya.
Aksi kemanusiaan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban banjir dan longsor di daerah terdampak.(M, Nur Sipahutar)

