TNI -Polri bersama Pemerintah Desa Kecamatan Pebayuran Berhasil Evakuasi 775 Kepala Keluarga Korban Banjir di  Kabupaten Bekasi 

TNI -Polri bersama Pemerintah Desa Kecamatan Pebayuran Berhasil Evakuasi 775 Kepala Keluarga Korban Banjir di  Kabupaten Bekasi 

BEKASI, Radar BI–Pemerintah Desa mencatat 775 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dan semua telah dievakuasi ke lokasi aman.Khususnya warga RT 008/003, yang menjadi episentrum bencana dengan air setinggi 1 meter, hampir menenggelamkan rumah warga.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pebayuran beberapa hari terakhir memicu banjir parah di Desa Karangharja, Kabupaten Bekasi.

Wilayah terdampak lain di Kampung Kobak Ceper meliputi: RT 004/002, RT 005/002, RT 006/002, RT 007/003, Dan RT 009/003.

Dan selanjutnya warga yang terdampak berhasil dievakuasi dari mulai anak-anak, lansia, dan barang-barang berharga walaupun situasi membuat panik para warga. Situasi semakin menegangkan ketika air naik dengan cepat, dengan sigapnya Pemerintah Desa dan Aparatur serta dinas terkait membantu warga untuk dievakuasi.

Kepada awak media Abah Heru,Kepala Desa Sukarma menyampaikan,saat banjir tersebut terlihat rumah-rumah warga terendam air setinggi satu meter,lalu dengan insiatif  dan hari nurani saya tergerak, untuk menyelamatkan  warga saya.Dan saya berkordinasi dengan semua tim Desa dan masyarakat untuk bergerak cepat mengevakuasi mereka ke lokasi yang lebih aman, prioritaskan Anak-anak, lansia,”jelas Kades Sukarma,Abah Heru .

“Dapur umum dan distribusi bantuan logistik terus kami jalankan. Kami memastikan warga mendapatkan makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok. Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir,”ungkapnya.

Peltu Mualim, Perwakilan Danramil 11/Pebayuran dalam mengevakuasi korban banjir tersebut,menerobos jalur banjir setinggi satu meter mendapat apresiasi dari warga yang terdampak dan berhasil dievakuasi.Cara heroik Peltu Mualim dengan menyelamatkan anak-anak dan lansia berhasil sampai ke lokasi aman adalah bentuk kesiagaan dan tanggap TNI dalam menjalankan tugasnya disaat keadaan apapun.

Dalam penanganan becana banjir tersebut,koordinasi dan kerjasama Pemerintah Desa,TNI-Polri dan masyarakat sangat penting. Tanpa kerja sama itu, evakuasi bisa terhambat dan risiko bagi warga yang terdampak banjir tersebut.

Wakapolsek Pebayuran, IPTU Cornelius Tigor Siagian menyampaikan,kami Polri  hadir berkerjasama dengan pihak-pihak terkait, untuk memastikan seluruh warga yang terdampak segera dievakuasi dengan aman.Selain mengawal dan  evakuasi, saya turun langsung membagikan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir. Melihat warga bisa makan dengan tenang di tengah situasi darurat membuat semua upaya kami terasa berarti,”ungkap IPTU Cornelius Tigor Siagian

Didi Supardi (Agay), Ketua Karang Taruna Desa Karangharja selaku tokoh pemuda Desa,turut membantu mengevakuasi warga.Menurutnya  tanggung jawab moral dengan membantu para warga yang terdampak korban banjir dengan menembus genangan air setinggi satu meter,itu adalah bentuk rasa solidaritas kemanusiaan.Ia juga menampakkan,kami bersama-sama  mendirikan tenda darurat,dan menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir tersebut, walaupun agak melelahkan tapi kami merasa bahagia dan haru melihat para warga korban banjir bisa berhasil dievakuasi Pemerintah Desa bersama TNI -Polri,”ucapnya.

BAZNAS Kabupaten Bekasi menyerahkan sembako, PDAM menyalurkan pasokan air bersih, dan PMI sigap memberikan bantuan kesehatan. Tak ketinggalan, PSM Desa Karangharja turun langsung membawa sembako tambahan.

Aan Rohimat, S.Pd, Kasi Trantib-MP Kecamatan Pebayuran menyampaikan, Kolaborasi antara Pemerintah Desa  Kecamatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial bersama menyelamatkan ratusan keluarga.Dan juga  memberikan bantuan  sembako, air bersih, dan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir,”terangnya.

“Koordinasi yang baik antara pihak kecamatan, Pemerintah Desa, dan lembaga sosial membuat proses penanganan bencana berjalan cepat, aman, dan tertib. Solidaritas nyata seperti ini menjadi contoh bagi desa lain dalam menghadapi musibah banjir,”Imbuh Kasi  Trantib Kecamatan Pebayuran

Salah seorang warga RT 008/003 menceritakan saat banjir tersebut,“Air naik begitu cepat hingga setinggi dada orang dewasa. Kami takut kehilangan rumah dan barang-barang, tapi berkat kerja keras Abah Heru, Peltu Mualim, Wakapolsek Pebayuran IPTU Cornelius Tigor Siagian, Didi Supardi, dan bantuan dari BAZNAS, PDAM, PMI, serta PSM, kami semua selamat,”ungkapnya.

“Rasanya lega dan bersyukur sekali. Semoga hujan berikutnya tidak menyebabkan kerusakan lebih parah dan bantuan tetap datang sampai semua warga pulih. Banjir setinggi satu meter ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas, kepedulian, dan kesiapsiagaan bencana,”tutup Warga tersebut.(Mulis)

RADAR NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *