Bantuan Banjir Aceh Tamiang Tetap Jalan Dan Terus Berproses, Ini Faktanya
ACEH TAMIANG, Radar BI- Pasca banjir hidrometeorologi, mulai bermunculan gelombang komentar di media sosial yang menuding pemerintah lamban dan kurang peduli terhadap masyarakat terdampak. Membuat Ketua DPC BAI Aceh Tamiang Syamsul angkat bicara terkait Fenomena ini, dan kegiatan tersebut di Sekretariat Badan Advokasi Indonesia (BAI) di Desa Kebun Tanah Terban Kecamatan Karang Baru, hari Senin (13/04/2026).
Fakta lapangan yang disampaikan Syamsul kepada awak media RADAR BI Biro Aceh Tamiang bahwa penyaluran bantuan stimulan tidak pernah berhenti. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui dinas terkait tetap bekerja di lapangan, siang dan malam, memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Perlu dipahami, bantuan bukan sekadar dibagikan begitu saja. Ada proses pendataan, verifikasi, dan validasi yang harus dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial, kesenjangan dan kesalahan sasaran. Justru di sinilah letak kehati-hatian pemerintah.
“Kalau cepat tapi salah sasaran, itu yang lebih berbahaya,” ucap Syamsul.
Sayangnya, di era media sosial, opini seringkali lebih cepat menyebar dibanding fakta. Tanpa cek data, tanpa konfirmasi, tudingan langsung dilemparkan—seolah pemerintah tidak bekerja.
Padahal di lapangan, aparat desa, relawan, dan petugas terus bergerak. Bahkan, banyak dari mereka, juga Bupati Armia Pahmi turun langsung ke titik-titik terdampak demi memastikan warga mendapatkan haknya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa keterlambatan yang terjadi bukan karena pembiaran, melainkan karena komitmen untuk transparansi dan keadilan. Tidak boleh ada yang didahulukan tanpa dasar yang jelas.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Kritik itu penting, tapi menyebarkan informasi yang belum tentu benar justru bisa memperkeruh keadaan dan menghambat proses pemulihan.
Di saat masyarakat membutuhkan persatuan, jangan sampai kita terpecah hanya karena asumsi. Bantuan tetap berjalan, pemerintah tetap bekerja—dan fakta tidak bisa dikalahkan oleh opini.@Eko

